SNMPTN dan SBMPTN
kalian yang saat ini kelas 3 SMA pasti ingin sekali bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, apalagi kalau gratis, bisa melalui SNMPTN dan SBMPTN.oke cuuss,,, kita lihat bersama, apa aja sih tips n trik untuk bisa lolos SNMPTN dan SBMPTN.....↓
1. Nilai
mapel yang tuntas
Kriteria nilai yang
dikabulkan SNMPTN yang pertama adalah Nilai yang tuntas. Setiap mata
pelajaran punya nilai ketuntasan yang beda-beda. ini menandakan bahwa
kalian sudah berusaha mencapai batas minimal belajar yang telah
ditentukan. Istilahnya kalau disekolah adalah KKM atau Kriteria
Ketuntasan Minimal. Jika ada satu saja nilai mata pelajaran yang dibawah
KKM
bisa dipastikan kalian gagal ikut SNMPTN. Contoh: nilai raport mapel X
Ani 79
dan Ina 80. KKMnya 80. Jadi, bisa disimpulkan Ani gagal dan Ina lolos.
2. Nilai
yang Konsisten
Apaan tuh konsisten? Konsisten itu ajeg atau tidak naik
turun (fluktuatif). Ibarat bentuk grafik, konsisten itu seperti sedang mendaki
gunung dan tidak bakal mau turun. Dari yang terrendah sampai puncaknya. Nilai
yang terkabul itu punya trend yang baik dan naik. Perguruan tinggi sangat suka
dengan kalian yang selalu belajar keras untuk terus meningkatkan prestasinya. Saat
kelas X saja nilainya baik maksimal, tetapi setelah naik kelas XI dan XII
nilainya malah anjlok. Ini dapat mengurangi penilaian dalam SNMPTN.
Namun, jangan salah artikan lo ya, kalau kelas X bisa digunakan untuk malas-malasan tidak belajar biar nilainya rendah. Nanti baru belajar sungguh-sungguh setelah naik jenjang. Ohh, NOO.. Jika nilai semester pertama itu baik, mendingan minimal kamu pertahankan nilai itu di semester berikutnya, syukur-syukur dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Bagaimana kalau nilai ku tidak konsisten? Jangan khawatir, nilai yang tidak konsisten bukan berarti langsung gagal. Akan tetapi “Daya saing” nilainya saja yang akan berkurang dibandingkan dengan temanmu yang nilainya konsisten.
Namun, jangan salah artikan lo ya, kalau kelas X bisa digunakan untuk malas-malasan tidak belajar biar nilainya rendah. Nanti baru belajar sungguh-sungguh setelah naik jenjang. Ohh, NOO.. Jika nilai semester pertama itu baik, mendingan minimal kamu pertahankan nilai itu di semester berikutnya, syukur-syukur dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Bagaimana kalau nilai ku tidak konsisten? Jangan khawatir, nilai yang tidak konsisten bukan berarti langsung gagal. Akan tetapi “Daya saing” nilainya saja yang akan berkurang dibandingkan dengan temanmu yang nilainya konsisten.
3. Nilai Mapel yang memenuhi standar minimal (ambang batas bawah) prodi PTN
Seperti halnya KKM, perguruan tinggi juga memiliki ambang
batas nilai yang dapat dikabulkan untuk lolos SNMPTN. Jika KKM di sekolah mu
lebih tinggi dengan ambang batas nilai itu berarti rejekimu. Artinya kamu
jelas-jelas lolos, tetapi kalau KKM-nya jauh di bawah ambang batas bawah nilai yang ditentukan PTN,
kalian musti belajar sungguh-sungguh. Upayakan nilai yang kamu peroleh menjauhi
di atasnya KKM. Ada
bimbel yang menyebutnya dengan istilah passing
grade. Tapi, jujur saya katakan, bahwa passing
grade yang digadang-gadang bimbel itu bukan nilai ambang batas minimal dan
tidak dipakai sama sekali dalam penilaian SNMPTN. Ambang batas bawah nilai itu
pada prinsipnya rahasia perguruan tinggi, tidak boleh pihak manapun
mengetahuinya. Yang jelas, semakin tinggi prodi yang kamu ambil maka semakin tinggi pula standar minimal nilai yang diminta.
Bandingkan saja, katakanlah antara kedokteran dengan prodi peternakan, secara logika saja tentu akan lebih tinggi kedokteran. Nah, agar nilai kalian terkabul di SNMPTN maka kalian siapkan aja nilai yang setinggi-tingginya.
Bandingkan saja, katakanlah antara kedokteran dengan prodi peternakan, secara logika saja tentu akan lebih tinggi kedokteran. Nah, agar nilai kalian terkabul di SNMPTN maka kalian siapkan aja nilai yang setinggi-tingginya.
4. Nilai
yang memenuhi kriteria peringkat nasional
Setelah nilai mapel yang tuntas, nilai konsisten, dan nilai
yang memenuhi ambang batas minimal nilai sudah kalian penuhi, satu
kriteria
terakhir yaitu kriteria peringkat. Inilah hal yang sangat penting
buat kalian ketahui, karena sebaik-baik apapun nilai kalau dijumlahkan
dan akhirnya
menjadi peringkat terbaik di kelas maupun di sekolah kalian, bukan
jaminan tingginya peringkat itu
akan tinggi pula dalam kriteria peringkat. Karena nilai mata pelajaran
lah yang akan diranking, bukan nilai akumulasi. Siswa dengan nilai mapel
tertinggi yang menjadi
khas prodi PTN yang diambil tentunya akan lebih dikabulkan menjadi “sang
juara” dalam
persaingan nilai SNMPTN. Jadi jangan kaget dan jangan kecewa meskipun
kalian merasa lebih pandai daripada temen mu, tetapi hasilnya ternyata
kalah dengan mereka, itu dikarenakan nilaimu berada di bawah nilai teman
mu itu.Mengapa demikian? Kita ambil contoh Ani dan Ina sama-sama mengambil jurusan Biologi, dimana nilai biologi lah yang menjadi kunci utama dalam seleksi, nilai keduanya masing-masing 85 dan 92. Meskipun Ani nilai yang lain lebih baik dibanding Ina, tetapi karena nilai biologi Ina lebih baik, maka kemungkinan diterima lebih besar ada pada si Ina.
5. Nilai Mata Pelajaran Khas Prodi
Nilai mata pelajaran khas prodi saya rasa sangat menentukan penilaian SNMPTN. Misalnya: Anda ambil Prodi Fisika. Tentu yang akan diamati adalah trend perkembangan nilai fisika dan beberapa nilai mata pelajaran yang berkaitan dengan prodi itu, misal: matematika, bahasa inggris dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar